| Indeks Pembangunan Manusia |
|
|
|
| Sabtu, 15 Agustus 2009 12:11 |
|
Situasi Pembangunan Manusia di Kabupaten Asmat
Angka Harapan Hidup Salah satu komponen dalam penyusunan angka IPM adalah Angka Harapan Hidup. Semakin tinggi Angka Harapan Hidup, memberikan indikasi semakin baik kualitas fisik penduduk suatu daerah. Angka Harapan Hidup Kabupaten Asmat tahun 2007 sebesar 65,3 % per tahun, yaitu terjadi peningkatan dibandingkan dengan keadaan pada tahun 2006. Pada tahun 2007, Angka Harapan Hidup Kabupaten Asmat masih lebih rendah dari Angka Harapan Hidup Kabupaten Merauke yang tercatat sebesar 62,6 % per tahun. Angka Harapan Hidup tertinggi tahun 2007 di wilayah Papua Selatan terjadi di Kabupaten Boven Digoel yang tercatat sebesar 65,9 % per tahun. Meskipun demikian, pemerintah Kabupaten Asmat masih tergolong cukup mampu dalam mengupayakan agar penduduk dapat mencapai “usia hidup” yang panjang dan sehat dengan cara memacu pembangunan manusia di seluruh sektor kehidupan terutama sektor kesehatan. Angka Melek Huruf Kemampuan membaca dan menulis dipandang sebagai kemampuan dasar minimal yang harus dimiliki oleh setiap individu, agar paling tidak memiliki peluang untuk terlibat dan berpartisipasi dalam pembangunan. Angka melek huruf menunjukkan persentase penduduk usia 15 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis. Pada tahun 2007, penduduk usia 15 tahun ke atas di Kabupaten Asmat yang dapat membaca dan menulis baru sebesar 31,2 %. Dengan kata lain, mayoritas penduduk di Kabupaten Asmat belum dapat menikmati pendidikan dengan baik. Melihat angka melek huruf Kabupaten Asmat yang masih rendah, diharapkan pemerintah Kabupaten Asmat lebih meningkatkan prioritas dan pemantauan secara terus menerus akan program pemberantasan buta huruf sehingga penduduk Kabupaten Asmat dapat bebas buta huruf. Rata-rata Lama Sekolah Rata-rata lama sekolah digunakan untuk mengidentifikasi jenjang kelulusan pendidikan penduduk suatu daerah. Angka rata-rata lama sekolah di Kabupaten Asmat tahun 2007 sebesar 3,8% per tahun antara lain penduduk di Kabupaten Asmat baru bisa menikmati pendidikan rata-rata sampai kelas 4 SD atau belum bisa menikmati program wajib belajar (WAJAR) 9 tahun. Sama kondisinya dengan capaian Angka Melek Huruf, angka rata-rata lama sekolah di Kabupaten Asmat masih jauh dari capaian ideal maupun capaian provinsi. Dimana rata-rata penduduk Provinsi Papua sudah dapat menikmati pendidikan sampai dengan tingkat 1 SLTP. Kurang berhasilnya program pendidikan di Kabupaten Asmat merupakan pekerjaan besar bagi pemerintah Kabupaten Asmat. Pengeluaran Riil yang Disesuaikan Rata-rata pengeluaran konsumsi riil merupakan komponen dalam penyusunan indeks standar hidup. Dari hasil penghitungan, diperoleh gambaran rata-rata pengeluaran riil penduduk Asmat, yaitu sekitar Rp. 577.300,- per tahun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2006 sebesar Rp. 573.100,-. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) IPM merupakan gambaran komprehensif mengenai tingkat pencapaian pembangunan manusia di suatu daerah, sebagai dampak dari kegiatan pembangunan yang dilakukan di daerah tersebut. Perkembangan angka IPM memberikan indikasi peningkatan atau penurunan kinerja pembangunan manusia pada suatu daerah. Dari agregat ketiga indikator tunggal penyusunan IPM Kabupaten Asmat yang telah dibahas sebelumnya diperoleh angka IPM Kabupaten Asmat pada tahun 2007 sebesar 48,9. Pencapaian angka IPM tersebut lebih tinggi bila dibandingkan dengan keadaan tahun 2006 yaitu sebesar 48,3, hal ini berarti bahwa telah terjadi peningkatan kinerja pembangunan manusia di Kabupaten Asmat. Bila dibandingkan pencapaian angka IPM dari tahun 1999 sampai tahun 2007, terlihat bahwa penurunan yang cukup signifikan terjadi pada periode 2005-2007, dimana sebelum tahun 2005 data masih tergabung dengan Kabupaten Induk (Kabupaten Merauke) dan pemekaran lainnya seperti Kabupaten Boven Digoel dan Mappi. IPM pada tahun 2002 Kabupaten Asmat (termasuk kabupaten induk dan pemekaran) sebesar 58,1, namun setelah adanya pemekaran, IPM Kabupaten Asmat sebesar 47,2 pada tahun 2005. Dengan capaian IPM 48,9, maka Kabupaten Asmat menurut konsep pembangunan manusia yang dikembangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) masih masuk dalam kategori kinerja pembangunan manusia rendah yaitu dengan capaian IPM kurang dari 50,0. |









