| Luas Wilayah dan Batas Wilayah |
|
|
|
| Sabtu, 15 Agustus 2009 12:02 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Kabupaten Asmat terletak pada bagian selatan Provinsi Papua antara 137 – 140 Bujur Timur dan 4 – 7 Lintang Selatan dengan luas 23.746 km2. Secara administrasi, Pemerintah Kabupaten Asmat terdiri dari 7 distrik dan 139 kampung. Secara adminitrasi wilayah Asmat berbatasan dengan :
Secara geografis, Kabupaten Asmat berbatasan dengan laut Arafura yang merupakan jembatan perhubungan dengan Australia dan daerah Pasifik lainnya. Posisi ini sangat menguntungkan dari segi aksesbilitas dan ekonomi. Luas wilayah Kabupaten Asmat seluas 23.746 km2. Distrik Sawa Erma merupakan distrik terluas di Kabupaten Asmat dengan luas 6.974 km2 atau 29,36% dari luas Kabupaten Asmat dan Distrik Fayit merupakan distrik terkecil di Kabupaten Asmat dengan luas 967 km2 atau 4,07% dari luas Kabupaten Asmat. Topografi Kondisi topografi Kabupaten Asmat terletak pada daerah dataran rendah berkisar antara 0-100 m diatas permukaan laut,.Kondisi ini menunjukkan bahwa wilayahnya merupakan daerah dataran dengan genangan air sepanjang tahun. Kondisi topografi Kabupaten Asmat dapat ditunjukkan dengan kondisi yang dibedakan menurut kelas ketinggian, kelas lereng atau kemiringan lahan yang tertera dalam uraian sebagai berikut Ketinggian Faktor ketinggian tempat sebenarnya tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, akan tetapi perubahan iklim memberikan pengaruh langsung karena adanya perbedaan ketinggian sehingga berakibat pula pada perbedaan suhu atau temperatur. Ketinggian tempat erat hubungannya dengan konfigurasi lapangan, curah hujan, dan ketersediaan air, sehingga berpengaruh terhadap pemanfaatan tanah pada suatu wilayah. Sehubungan dengan perkembangan penggunaan tanah di Indonesia maka dikemukakan beberapa ketinggian pokok yang mempunyai arti penting bagi penggunaan tanah di Indonesia. Berdasarkan peta topografi ,Kabupaten Asmat terletak pada ketinggian 0 m sampai 100 m atau lebih diatas permukaan laut. Luas wilayah berdasarkan ketinggian tempat pada setiap distrik dapat dilihat pada table berikut ini: Kelas Ketinggian Menurut Distrik di Kabupaten Asmat
Lereng Kemiringan tanah atau lereng merupakan salah satu faktor pembatas dalam pengolahan tanah dan pengaruhnya besar sekali terhadap penyebab erosi tanah yang lebih luas. Pembudidayaan wilayah berlereng akan mengganggu kestabilan debit air di wilayah hilir. Karena aliran permukaan (run off) diwilayah hulu tidak terkendali. Secara rinci luas wilayah berdasarkan kemiringan tanah atau lereng pada setiap distrik tecantum pada tabel berikut ini: Luas Wilayah Menurut Kelas Lereng/Kemiringan Di Kabupaten Asmat
Tekstur Tekstur tanah adalah keadaan kasar halusnya (bahan padat organik) tanah yang ditentukan/dinilai berdasarkan perbandingan fraksi pasir/liat dan debu. Berdasarkan kandungan masing-masing fraksi tanah, tekstur tanah berpengaruh terhadap pengolahan tanah dan pertumbuhan tanaman, terutama dalam mengatur kandungan udara dalam rongga tanah dan persediaan tanah didaerah tersebut. Tekstur tanah juga berpengaruh terhadap mudah tidaknya lapisan tanah tererosi. Tekstur tanah di Kabupaten Asmat digolongkan dalam 3 kelas yaitu:
Berdasarkan golongan - golongan tesebut diatas, luas wilayah Kabupaten Asmat menurut tekstur tanah yang terdata tecantum pada tabel berikut ini : Kedalaman Efektif Tanah Keadaan kedalaman efektif tanah yaitu dalamnya tanah yang dapat ditembus oleh akar tanaman untuk menyerap makanan yang dibutuhkan oleh tanaman tersebut. Ketidakmampuan akar tanaman menembus tanah tersebut karena adanya suatu lapisan tanah yang dapat ditembus dan lapisan inilah sebagai batas kedalaman efektif. Kedalaman efektif tanah digolongkan kedalama 5 kelas yaitu :
Drainase Drainase tanah yaitu cepat atau lambat peresapan air ke dalam tanah. Jika drainase baik berarti air cepat meresap ke dalam tanah, sedangkan drainase jelek berarti air lambat meresap ke dalam tanah, sehingga tanah yang drainase jelek tanahnya jenuh air. Pengertian drainase meliputi permukaan, drainase penampung dan drainase permebilitas. Namun dalam penyusunan Profil Daerah Kabupaten Asmat ini dibatasi penyajian data berdasarkan drainase permukaan yaitu menilai atau menentukan perbandingan relatif lamanya air tergenang pada permukaan tanah. Mudah tidaknya air meresap atau hilang dari permukaan tanah menentukan kelas drainase yaitu : tidak pernah tergenang, tergenang secara periodik dan tergenang secara terus menerus. Keasaman Tanah Dengan mengetahui tingkat keasaman tanah suatu wilayah sangat berguna dalam rangka pengawetan tanah. Tanah yang asam dapat dinetralkan dengan cara pengapuran atau pupuk basah. Keasaman tanah dapat digolongkan menjadi :
Iklim Keadaan iklim pada suatu tempat merupakan faktor yang mendukung kehidupan dimuka bumi.Iklim merupakan salah satu faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia. Oleh karena itu manusia seharusnya menyesuaikan diri dalam kehidupannya sendiri maupun bagi kehidupan tumbuh-tumbuhan dalam rangka usaha produksi hasil-hasil pertanian. Bagi daerah yang beriklim tropis atau panas seperti Indonesia, pengaruh iklim dan perubahannya sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Jadi berarti tidak terletak pada waktu melainkan pada perbedaan ketinggian suatu tempat. Perbedaan ini menimbulkan perbedaan suhu atau temperatur, suhu udara rata-rata tahunan didataran rendah adalah 26 0C, angka ini akan berkurang kira-kira 0,6 0C setiap ketinggian 100 meter. Adapun unsur iklim yang besar sekali pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman atau pertanian adalah curah hujan. Kondisi iklim di Kabupaten Asmat cukup bervariasi mulai dari daerah beriklim kering di pantai selatan akibat pengaruh angin kering yang bertiup dari daratan Australia sampai dengan daerah beriklim basah dengan curah hujan tinggi di daerah utara. Angin muson tenggara yang bertiup antara bulan Mei hingga Nopember berasal dari benua Australia yang pada bulan-bulan matahari berada di utara khatulistiwa sehingga menyebabkan daerah ini merupakan daerah rendah tekanan udaranya. Angin ini mempunyai sifat tidak banyak mengandung uap air karena daratan Australia yang sebagian besar terdiri dari daerah sabana yang tandus. Angin terasa sekali disepanjang pantai selatan Kabupaten Asmat. Angin muson barat laut yang bertiup antara bulan desember hingga april mempunyai sifat sebaliknya dengan arah angin muson tenggara. Angin berasal dari daratan asia yang pada saat matahari berada diatas daratan Australia (diselatan katulistiwa) yang menyebabkan daerah disini rendah tekanan udaranya. Angin muson barat laut banyak mengandung uap air karena daerah yang dilalui cukup panjang dan hampir sebagian besar melewati samudera dan laut. Karena sifatnya demikian banyak mendatangkan hujan terutama di daerah utara Kabupaten Asmat. Angin Muson Tenggara dan Barat Laut mempunyai kecepatan rata-rata antara 0,5-1,5 m/detik di sore dan pagi hari. Sedangkan pada siang hari antara 3-4 m/detik disiang hari. Pada kenyataan angin barat lebih besar kecepatannya dibandingkan dengan angin tenggara. Pada musim barat, daerah yang terkena pengaruhnya adalah bagian barat Kabupaten Asmat dan sebagian selatan. Sesuai dengan letaknya dimana Kabupaten Asmat terletak pada daerah katulistiwa, temperatur rata-rata berkisar antara 26-27 0C dengan temperatur rata-rata maksimum 30,1-32,2 0C dan temperatur rata-rata minimum 20,1-24,6 0C Temperatur mutlak maksimum antara 32,6-38,8 0C, sedangkan temperatur mutlak minim antara 14,8-22,4 0C. Penurunan temperatur sebanding dengan kenaikan ketinggian tempat dari permukaan laut. Dengan rumus kenaikan 100 m dari atas permukaan laut menyebabkan penurunan suhu sebesar 0,6 0C. Keadaan kelembaban udara di Kabupaten Asmat umumnya sangat tinggi. Beberapa faktor yang menyebabkannya adalah anginnya yang bertiup didaerah ini berasal dari daerah lautan luas yang mengelilingi daerah ini. Kelembaban udara tinggi tidak dibarengi dengan temperatur yang rendah, justru sebaliknya keadaan demikian membawa pengaruh yang khas terhadap alam Kabupaten Asmat. Jumlah desa dan luas wilayah menurut distrik di Kabupaten Asmat : Pemerintah Kabupaten Asmat terbentuk dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2002 sebagai Kabupaten Pemekaran dari Kabupaten Merauke (kabupaten Induk).
Nama-nama desa di Kabupaten Asmat :
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||









