Perekonomian PDF Cetak E-mail
Sabtu, 15 Agustus 2009 12:10
Pertanian Tanaman Pangan

Tanaman pangan utama di Kabupaten Asmat yang paling menonjol adalah ubi kayu dengan luas tanaman pada tahun 2007 mencapai 27,50 hektar, dan luas panen mencapai 21,75 hektar, serta produksi mencapai 58,25 ton per tahun. Selain ubi kayu komoditi tanaman pangan lamella adalah ubi jalar dengan luas tanam mencapai 16,70 ton. Sentra produksi ubi kayu terletak pada Distrik Pantai Kasuari, Fayit dan Suator.

Komoditi buah-buahan yang ada di Kabupaten Asmat meliputi pisang dengan produksi pada tahun 2007 mencapai 129,90 ton, buah mangga dengan produksi mencapai 11,20 ton dan buah rambutan mencapai 5,20 ton.

Perkebunan

Secara keseluruhan luas tanam-tanaman perkebunan di Kabupaten Asmat mencapai 150,00 hektar. Dari jumlah tersebut 80 % atau 120,00 hektar merupakan luas tanam dari komoditi kelapa, sedangkan 30 hektar sisanya merupakan luas tanam komoditi kakao yang terletak di Distrik Sawa Erma. Produksi kelapa pada tahun 2007 tercatat 50.300 kg, berasal dari Distrik Sawa Erma 33.500 kg (66,60%) sedangkan 40% sisanya tersebar di 6 distrik lainnya.

Peternakan

Populasi ternak pada akhir tahun 2007 di Kabupaten Asmat untuk babi mencapai 2.451 ekor dan ternak kambing mencapai 2.451 ekor dan ternak kambing mencapai 633 ekor. Produksi daging babi seberat 18.346 kg dan daging kambing 384 kg. Jenis ternak unggas yang dibudidayakan terbatas pada unggas itik dan ayam buras atau ayam kampung. Populasi ayam buras pada akhir tahun 2007 mencapai 4.574 ekor populasi itik tercatat 428 ekor. Produksi telur ayam buras mencapai 7.846 kg dan telur itik 255,50 kg.

Perikanan

Potensi perikanan relatif cukup besar, dari data yang dikeluarkan oleh Dinas Pertanian menyebutkan bahwa produksi ikan dari berbagai jenis mencapai 61,12 ton dengan nilai produksi Rp. 451,45 milyar. Jumlah armada penangkapan ikan nampak sangat beragam, mulai dari perahu tanpa motor sekitar 8.012 unit, perahu dengan motor tempel sebanyak 115 unit, sampai perahu dengan motor bobot 5 GT hingga 5-10 GT. Jumlah petani ikan/nelayan diperkirakan sebanyak 26.517 rumah tangga, yang didalamnya meliputi nelayan penuh, nelayan sambilan utama dan nelayan sambilan tambahan.

Kehutanan

Luas hutan di Kabupaten Asmat pada tahun 2007 mencapai 2.785.600 hektar. Areal hutan produksi mencapai 1.464.000 hektar. Produksi kasus bulat asal HPH pada tahun 2007 nihil karena sudah tidak ada HPH yang beroperasi. Volume penjualan produksi kayu gergajian hanya mencapai 94 m3. Produksi hasil hutan ikutan seperti gaharu dan kemedangan juga terus menurun. Produksi kayu kemedangan pada tahun 2007 hanya 130.000 kg, produksi gambir tercatat 5.000 kg, walaupun produksi kayu asal HPH sudah tidak ada lagi namun sebenarnya penebangan oleh masyarakat baik perorangan maupun kopermas masih berlangsung, hanya saja data sulit diperoleh.

Perindustrian

Pembangunan sektor industri di Kabupaten Asmat belum secara optimal diupayakan. Untuk itu perlu peningkatan pemanfaatan sumber daya alam dengan memperhatikan kelestarian lingkungan, penguatan struktur industri dan mewujudkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, hingga mampu menciptakan kesempatan berusaha yang didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas, mendorong usaha kemitraan dan investasi serta pengembangan produk berorentasi pasar.

Industri kecil non formal dan industri kecil formal di Kabupaten Asmat belum begitu pesat, yang paling menonjol hanya pada industri rumah tangga saja. Dengan ini diharapkan pemerintah dapat mendukung dalam pembinaan dan bimbingan dalam peningkatan hasil dan mutu industri rumah tangga sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah umumnya. Dengan ini juga dapat membuka lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja yang tinggi sehingga mengurangi angka pengangguran yang merupakan masalah pokok dalam pembangunan daerah.

Kelistrikan

Jumlah tenaga listrik yang diproduksi oleh PT PLN yang beroperasi di wilayah Distrik Agats dan Atsy secara menyeluruh mencapai 185.030 KWH. Tenaga listrik yang dijual sebesar 210.403 KWH, sedangkan 25.373 KWH sisanya menyusut. Sebanyak 347 pelanggan berada di wilayah Distrik Agats dan 207 pelanggan lainnya merupakan  pelanggan dari Distrik Atsy. Secara keseluruhan KVA terpasang sebesar 632,25 KVA, dengan daya terpasang mancapai 460 KW. Mesin pembangkit sebanyak 7 unit, 4 unit beroperasi di wilayah Distrik Agats dan 3 unit lagi beroperasi di wilayah Distrik Atsy.

Pariwisata

Potensi pariwisata di Kabupaten Asmat tersebar di beberapa distrik dimana terdapat kesenian tradisional berupa ukiran, tarian dan perayaan tradisional, taman nasional dan daerah dimana terdapat kehidupan flora dan fauna yang masih alami. Pengembangan daerah pariwisata di Kabupaten Asmat dapat ditingkatkan melalui pembinaan atas budaya tradisional yang ada dan pelestarian lingkungan. Hal lain yang perlu dilakukan adalah dengan pelestarian lingkungan, taman nasional maupun hutan lindung yang ada. Potensi pariwisata lain yang dapat dikembangkan adalah spesies anggrek yang sangat banyak di hutan asmat. Spesies-spesies anggrek tersebut yang jumlahnya ribuan dapat dikembangkan menjadi suatu penarik wisatawan. Hal ini di dukung dengan terdatanya spesies-spesies langka di hutan papua yang didalamnya termasuk hutan asmat.

Pada suatu saat nanti perkembangan pariwisata di Kabupaten Asmat kurang maju, sehingga perlu suatu rencana atau program untuk mendongkrak perkembangannya. Dari potensi pariwisata yang dimiliki asmat, potensi yang dapat dikembangkan adalah pariwisata alam, dalam hal ini Taman Nasional maupun hutan lindung dan spesifik anggrek hutan yang jenisnya mencapai ribuan. Potensi-potensi pariwisata tersebut pada saat ini belum dikelola dengan baik. Dengan manajemen yang baik maka potensi-potensi pariwisata ini akan berkembang dan menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Faktor yang menjadi kendala bagi peningkatan pariwisata ini adalah faktor geografis, yang mana letak Kabupaten Asmat sangat sulit untuk dijangkau melalui darat dan terbatasnya perhubungan udara. Kondisi geografis yang demikian sulit menuntut tingginya kualitas pariwisata baik kondisi alam atau hal lain, yang dapat menarik para wisatawan.

Koperasi

Jumlah dan penyebaran koperasi di Kabupaten Asmat ini merupakan salah satu potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Misalnya untuk mendukung pergerakan kebutuhan aliran barang dari suatu distrik ke distrik lainnya. Tumbuhnya Kopermas di beberapa tempat, seperti di Distrik Agats yang mengakomodir perusahaan kayu dalam hal penjualan kayu sebagai bahan produksi untuk perusahaan kayu, merupakan contoh manfaat yang diterima masyarakat dengan adanya koperasi. Selain hasil penjualan lebih memadai, hasil keuntungan juga dapat digunakan untuk membangun sarana/prasana dusun sekitarnya, hal ini yang diharapkan dari program pembentukan kopermas-kopermas.

Perbankan/Lembaga Keuangan

Kabupaten Asmat sampai dengan tahun 2007 terdapat 2 unit bank yaitu Bank Papua dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Untuk tingkat distrik terdapat PPKD sebanyak 6 PPKD yaitu Distrik Sawa Erma, Atsy, Pantai Kasuari, Suator, Akat, dan Fayit.
 

Pilihan Bahasa

Jajak Pendapat

Setujukah bila semua PNS wajib bekerja sesuai dengan proporsi jabatannya masing-masing?
 

Links

Buku Tamu

guestbook

Statistik Pengunjung

Hari Ini:123
Kemarin:112
Bulan Ini:1909
Tahun Ini:12761
Total:14325