Perkembangan Ekonomi PDF Cetak E-mail
Sabtu, 15 Agustus 2009 12:10
Perkembangan Produk Dometik Regional Bruto

Pembangunan merupakan realisasi dari aspirasi dan tujuan suatu bangsa yang dimaksudkan untuk melakukan perubahan secara struktural melalui upaya sistematis. Tujuan pokok pembangunan pada dasarnya adalah mengusahakan adanya peningkatan kualitas atau perbaikan dari status atau kondisi sebelumnya. Untuk mencapai tujuan tersebut suatu kajian perencanaan perlu dilakukan. Perencanaan tersebut membutuhkan data statistik sebagai dasar penentuan strategi kebijakan. Data statistik mutlak diperlukan untuk memberikan gambaran keadaan masa lalu dan masa kini, sehingga program-program pembangunan yang telah dilakukan dapat diukur tingkat keberhasilan maupun kegagalannya berdasarkan statistik yang sesuai dengan kebutuhan.

Salah satu keberhasilan pembangunan di bidang ekonomi dicerminkan oleh produk Domestik Regional Bruto (PDRB), baik dari besaran nilai normal maupun dari besaran pertumbuhan ekonomi. PDRB merupakan agresi dari seluruh nilai tambah yang timbul di wilayah domestik suatu daerah dalam kurun waktu tertentu sebagai akibat bekerjanya sektor ekonomi. Dalam kondisi perekonomian yang normal, semakin cepat perputaran roda perekonomian akan semakin besar pula nilai tambah yang ditimbulkannya.

Perhitungan PDRB pada saat ini telah menggunakan tahun dasar 2000. Dengan demikian gambaran Nilai Tambah Bruto (NTB) akan berbeda dengan tahun sebelumnya yang menggunakan tahun dasar lama yaitu tahun 1993. Perbedaan tersebut disebabkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi, dimana pada tahun dasar yang lama beberapa kegiatan belum ada. Atas Besaran PDBR Kabupaten Asmat ditunjukan oleh agregasi dari NTB yang terbentuk pada setiap tahun berjalan. Totalitas NTB dasar harga berlaku pada tahun 2000 mencapai 93,34 milyar dan terus berkembang sehingga pada tahun 2007 mencapai 356,52 milyar. dalam kurun waktu (2000-2007) telah berkembang menjadi 3,82 kali lipat. PDRB atas dasar harga konstan pada periode yang sama berkembang menjadi 1,93 kali lipat, dari angka nominal Rp. 93,34 milyar tahun 2000 menjadi Rp. 180,59 milyar pada tahun 2007. Perubahan harga di tingkat produsen tercermin dari besarnya perbedaan atas harga berlaku dengan harga konstan.


Perkembangan Ekonomi

Istilah perkembangan ekonomi digunakan secara bergantian dengan istilah pertumbuhan ekonomi, kesenjangan ekonomi, kemajuan ekonomi atau perkembangan hanya sebagai variasi yang selanjutnya disebut dengan sinonim

Perkembangan ekonomi merupakan salah satu indikator penting guna melakukan evaluasi dan koreksi terhadap program pembangunan ekonomi yang telah dilaksanakan pada satu periode yang lalu. Dalam mengukur tingkat pertumbuhan ekonomi digunakan angka PDRB atas dasar harga konstan, karena dalam penghitungan PDRB atas dasar harga konstan tersebut, pengaruh perubahan harga telah dieliminasi. Dengan demikian pertumbuhan yang dicerminkan merupakan pertumbuhan riil barang dan jasa dalam suatu periode waktu tertentu.

Perkembangan ekonomi dapat pula diamati dari sisi atas dasar harga berlaku dan konstan. Yang membedakan adalah perkembangan riil dan tidak riil. Dikatakan perkembangan tidak riil karena didalamnya masih tedapat unsur perubahan harga, sedangkan dalam perkembangan riil unsur perkembangan harga telah dikeluarkan. Dalam kurun waktu (2002-2007) rata-rata pertumbuhan ekonomi Kabupaten Asmat mencapai 11,58%. Pertumbuhan pada tahun 2006 tercatat paling tinggi dalam kurun waktu tersebut. Yakni mencapai 27,19%. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2007 mencapai 14,50%, pertumbuhan ini melambat dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan pada tahun 2006 yang melambat tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan pertumbuhan sektor bangunan yang pada tahun 2007 teratas sebesar 17,98% dan sektor jasa-jasa sebesar 36,58%, kemudian diikuti dengan pertumbuhan sektor lain, diantaranya sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 12,32% sektor pengangkutan dan komunikasi yang mencapai 10,36%. Walau demikian sebenarnya struktur ekonomi Kabupaten Asmat masih bersifat agraris, hanya saja pada tahun 2007 pertumbuhan sektor pertanian tidak secepat sektor yang telah disebutkan terdahulu.

Struktur Perekonomian

Struktur ekonomi suatu daerah sangat ditentukan oleh besarnya sumbangan atau peranan masing-masing sektor ekonomi dalam membentuk nilai tambah di suatu daerah.

Sektor ekonomi yang memberikan sumbangan paling besar terhadap pembentukan PDRB merupakan sektor yang memimpin (leading sector). Sektor tersebut merupakan sektor yang memberikan warna terhadap struktur perekonomian suatu daerah. Sedikit saja terjadi perubahan, baik harga maupun produksi akan berdampak kepada pembentukan nilai tambah pada sektor tersebut, pada akhirnya menyebabkan perubahan struktur perekonomian suatu daerah.

Kebijakan ekonomi suatu wilayah dapat dilakukan dengan melihat sektor-sektor yang memiliki peranan besar dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Sektor-sektor tersebut dapat didorong pertumbuhannya melalui berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah sehingga dapat mendorong naiknya produksi yang pada gilirannya dapat meningkatkan nilai tambah bruto wilayah tersebut. Dengan meningkatnya nilai tambah bruto maka secara otomatis tingkat kesejahteraan penduduk dapat meningkat.

Apabila dilihat dari peranan sektor ekonomi terhadap pembentukan PDRB di Kabupaten Asmat, perekonomian Kabupaten Asmat bahkan sebagian besar kabupaten/kota di Provinsi Papua masih bercorak agraris. Hal ini Nampak dari besarnya peranan sektor pertanian dalam membentuk nilai tambah di wilayah domestik tersebut, baik kabupaten maupun kotamadya. Besarnya nilai tambah yang terbentuk pada sektor pertanian di Kabupaten Asmat sebagian besar dari sub sektor perikanan, sub sektor kehutanan tanaman bahan makanan.

Selain sektor pertanian, sektor jasa memiliki peranan yang cukup besar pula dalam membentuk PDRB Kabupaten Asmat. Share yang besarnya dari sektor jasa banyak disumbang oleh subsektor jasa pemerintahan umum. Hal ini dapat dimaklumi karena Kabupaten Asmat merupakan kabupaten yang baru dimekarkan sehingga kegiatan pembangunan di bidang pemerintahan.

Dilihat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2003-2007) kontribusi sektor pertanian rata-rata 54,85%. Share sektor pertanian pada tahun 2007 dalam pembentukan NTB di Kabupaten Asmat mencapai 35,76% jauh lebih rendah dari angka pada tahun sebelumnya yang tecatat 43,81%. Penurunan ini akibat adanya kenaikan yang cukup signifikan pada sektor bangunan di Kabupaten Asmat. Meskipun demikian sektor pertanian tetap merupakan sektor pertanian tetap merupaka sektor yang memiliki share cukup besar dalam pembentukan PDRB Kabupaten Asmat. Tingginya share sektor pertanian ini berasala dari subsektor perikanan yang mencapai 18,10%. Share subsektor kehutanan tercatat 16,50% sub sektor peternakan, subsektor tanaman pangan, subsektor tanaman perkebunan masing-masing 0,85%, 0,28% dan 0,02%. Sumbangan subsektor kehutanan masih cukup kuat walaupun besarannya mulai menurun seiring dengan tekad pemerintah dalam upaya memberantas praktik ilegal logging.

Sektor jasa memberikan sumbangan sebesar 30,39% sekaligus menempatkan diri pada posisi terbesar kedua dalam pembentukan PDRB Kabupaten Asmat tahun 2007. Kontribusi sektor jasa sebagian besar merupakan andil dari subsektor lainnya subsektor jasa sosial kemasyarakatan, subsektor jasa hiburan dan rekreasi, serta subsektor jasa perorangan dan rumah tangga memberikan andil relatife sangat kecil yakni kurang dari satu persen.

Sektor bangunan memberikan sumbangan 22,01% sekaligus menempatkan diri pada posisi terbesar ketiga. Besarnya sumbangan sektor bangunan dikarenakan oleh tingginya intensitas pembangunan sarana dan prasarana pemerintah di Kabupaten Asmat. Aktifitas pembangunan tersebut dimaksudkan untuk persiapan infrastruktur guna mendukung penyelenggaraan tugas-tugas pemerintah di daerah.

Sektor perdagangan, hotel dan restoran berada pada posisi terbesar keempat dengan sumbangan terhadap pembentukan PDRB mencapai 6,10%. Share sebesar itu merupakan akumulasi dari sumbangan beberapa subsektor yang masuk dalam sektor perdagangan, hotel dan restoran. Subsektor perdagangan memberikan andil 5,60% sedangkan subsektor lainnya yaitu subsektor hotel dan restoran masing-masing menyumbangkan 0,09% dan 0,41%

Sektor ekonomi lainnya memberikan kontribusi bervariasi antara 0,003% sampai 3,24% sangat bergantung dari nilai tambah yang terbentuk pada sektor maupun subsektor tersebut. Semakin besar nilai tambah yang terbentuk, semakin besar nilai tambah yang terbentuk, semakin besar pula kontribusi yang diberikan dalam pembentukan PDRB, demikian pula sebaliknya.
 

Pilihan Bahasa

Jajak Pendapat

Setujukah bila semua PNS wajib bekerja sesuai dengan proporsi jabatannya masing-masing?
 

Links

Buku Tamu

guestbook

Statistik Pengunjung

Hari Ini:123
Kemarin:112
Bulan Ini:1909
Tahun Ini:12761
Total:14325